PEMAPARAN HATI BERLUKIS KELEMBUTAN

Terukir sebuah kata dalam hening melaju kencang diantara akar-akar terhitung secara terpadumenguraikan setiap bisik pesimis meluap berunsur dan berangsur menmbuh menjadi luangan waktu lampau hingga kini terkuak diam beribu penghampaan mnerobos rongga-rongga ketidak biasaan menerima berbalas perbuatan.

Unsur hitam berbalas hitam perlawan sebuah kewatakan yang telah terbit di penghiasan ketidak sampaian memeluk lukisan indah terpapah rapi bergemilir suasan deras menghempas semua balasan dalam tusukan batin leyap tak berbatas dalam ego membumbung tirai sambut bersabit kembar kelabu berbalik menggebu kelakuan hati terpaut perantara bahtera imagi memperolokkan dengkuran tersayat dusta berbisa dua.

Dingin panas tak berwujud sebuah ikhtisar penghayatan diri lihat buih ituberkumpul menyampaikan perundingansembari menghimbu nasip menjadi satu system liberal memiliki efek bermotif gendrang memadu perdamaian tanpa syarat keseimbangan dalam kelakuan waktu berputar dan kembali mengatur jarak berbalik energi yag dulu.

Wujud tak terwujud kosa kata berpaling hiruk tergelincir diantara busur-busur bidikan senapan api memanas seketika menyatu dalam gelombang bercampur noda-noda picik yang tergores dalam kesengajaan atas ketidak puasan nafsu piker yang berotak komonis berbaju iblis mengarah satu arah bercabang memisahkan kehendak tuk lampaui batas dasar kekosongan penghibur.

Cakrawala angin, api, air, dan bumi mencakup penghijauan pelangi dungu terpampang sang gerhana ketakjuban sesosok peri pundi berwajah samar penegak hati meliputi pelipur kewatakan panas akan kedinginan beku terpisah dan mencair diantara peraduan itu.

Aneh bukan kisah penghayal senja mencari kesibukan memahat dengan sebilah koran tertulis sebuah gambaran-gambaran peradapan menciut dalam penyepian perisai berbaja tabu menyiapkan kedongkolan tanpa alas an penipuan berkedok topeng penghujat untuk dipuji secara picik tercekik dalam kebanggaan tak terkira terpojok dalam kewatakan iblis sang raja pembohong.

Nyaris menggeser lekukan-lekukan pembenteng ketabahan sang peri menung termenung mencari akal tuk lawan sang penghujat itu, wahai bunga bangkai yang tubuh tiada tau mati tida terkira alun-alun pejuang lascar menanti sebuah pengakuan yang tulus dari mu bukakan jangan pernah kau tutup dengan selimut tebal mu.

Menyerah bukan jawaban, dengan segelincir ego menyandarkan tanggan kepinggang menunjukkan kidung-kidung iblis dengan menyusun siasat busuk memutar balikkan fakta berunsur penutupan diri dari merdu seruling kejujuran mendiagnosakan permasalahan dengan metode penjabaran keutuhan para laskar berjuang tiada henti membidik keluluhan hati penuh syarat berdamaian tanpa nepotisme yang berujung sesat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: