HAYALAN IMAJI “Sajak Bercerita Edisi I”

Jejak-jejak kasih mencoba melangkah kemuara tertanam dalam hati penuh impian, kisah, dan penyatuan diantara sibalik hati terpaut benih-benih menyebar kedalam kolom kolam dalam hati, Sejenak kaki ku berhenti sambil memandang taman taman langit yang bergambar renungan siang itu. Kurebahkan sejenak tubuh ini tuk hilangkan letih, penat, hingga kesukaran dalam titian yang sedang ku lalui bersama jiwa-jiwa yang menghantarkan ku kepada dirinya.

Saat pembaringan ku diantara lapisan-lapisan bebatuan berbongkah besar tersusun arsitektur kemegahan alam yang tlah di cipta kan -Nya. Sambil ku hayalkan naungan berpundi candi megah bernuansakan keafsunan penuh altar para bidadari-bidadari mimpi saat mata ini terlelap dengan tenangnya. Alam nyata berubah menjadi diwana berkidung kesejukan saat tidur itu menghantarkan ku menuju pintu-pintu hayalan ku dikala sadar. Dimensi waktu berputar seolah-olah melambat membuatku terasa nyaman menikmatinnya.

Lihat !
Air terjun itu tak perna ku lihat

Sungguh indah !
Bening dan kesejukan nya menghilangkan kepenatan ini

” Dalam mimpi mulai berhayal “
Seandainya saja nuansa alam penuh berkah ini ku nikmatin dengan seorang gadis yang benar-benar menyayangin ku, kan kurebahkan tubuh ini di pahanya sambil memandang senyum yang memancarkan aura kasih begitu dalam dan aku mulai mengungkapkan syair hati penuh gelora kecintaan ku pada nya.

Hati ku adalah ruang tunggu mu
Saat Pijakan menyentu kelembutan
Hati mu adalah penantian ku
Disaat kejauhan memisahkan kita

Surga itu milik mu
Saat semua kembali seperti dulu
Pengorbanan ini untuk mu
Saat ku perjuangkan cinta penuh kasih

Mimpi ini adalah mimpi mu
Saat kau terdampar mengais mimpi

Tunggu aku
Usah kau ragukan hati ini
Hari itu akan datang dengan gemerlapan kosmik
Winka bertabur cinta penuh altar yang menggema
“sumber : dicatatan sebelumnya”

Lagi asyik berhayal dalam mimpi tiba-tiba ku terbangun saat kicau burung sore itu berkidung merdu hingga aku terpaku dan melamun sambil berbisik.

“Takjub ku untuk mu wahai burung
Indah nian tarian berkidung senja
Terlantun makna sandi berisyarat
Semangat ku mulai tumbuh menggelegar

Jangan takut wahai burung penyemangat
Langkah ku takkan pernah terputus kelam
Ujian ini merupakan berkah bagi ku untuk nya
Saat tepian peradauan benar-benar menyatu”

Petualangan ku tak cukup sampai disini (Bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: