Selangkah Berguncang

Saat melangkah kembali ku masih melihat kesegaran di tubuh itu
Bersimpul tangan tanda syukur masih dapat melihat nya
Berdialog kecil hanya semenit melepas kelamaan bertatap
Nuansa hati bercerita dalam kisah harus pergi yang terakhir

Saat melangkah pergi tuk kembali ku masih bercengkramah
Sesampai ketempat perantauan ku mendengar gempita memilukan
Lentikan mata bercahaya pedih namun tak dapat ku rangkul
Terbaring koma berita yang ku dengar merenung dan bingung

Subuh memanjat takbir seketika jiwa melayang dipenghamparan
berdering telpon mengabarkan kepergian itu begitu cepat
Hati tak sanggup menahan berita dan derita yang ku rasa
Memanjatkan doa dan bersujud menghantarkan kepada Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: