Archive for February 23, 2010

Kata Pada Malam

Cumbui kata pada malam hening
Sembari menatap nurani bening dihati nan lalu
Aku hanya bisa beralusinasi pada kata lewat imaji
Meneropong riwayat para illang menciplak peradapan

Bual ku rasa mual sosok hitam seolah putih
Aneh kian aneh budaya kata pada malam cumbui gemuruh getir
Benak tertancap pada dinding-dinding para pembual kata pada malam
Sedangkan aku hanya bisa tersenyum melihat riak menjadi raja dan ratu

Malam kian tampak menggergaji relung kata pada pesonanya
Mesin copy mulai membadai setiap tetesan kata pada malam

Indah sich…
Namun bual tetaplah bual

Mesin potong pagari naluri, memaksa dan dipaksa tiada guna
Cumbui saja kata pada malam hingga raga mu tampak menopeng dalam indah

Ahay…tawa ku tersikap lucu
Melihat lantunan suara mesin Copy menjajal kata pada malam
Seolah tak terdengar suara berisik mesin nya

Ahay…aduhai senyumku salut oleh berisik mesin mu
Hingga jenuh aku akan pandang tak bertuan kelam berdering lucu

Gledek…dek…dek…
Je..jes..je..jes..je..jes
Berisiknya mengusik lantunan mimpi ku dalam tidur

Woiiii…Hentikan saja mesin copy kata pada malam
Aku mau merebahkan tubuh letih ku,
Berilah ruang detik untukku terlelap dulu

Ahay…Bosan aku
Usik saja tetangga lain “kata ku pada malam”
Usah curi detik tidur ku dengan suara mesin copy kata pada malam mu

Hentikan…!
Perhatikan…!
Buset…!

Marah ku memunjak ke uluh gores tinta ku pada kata pada malam

Banda Aceh, 24 Februari 2010
Rusdi Hutagalung ( Si Sajak Dungu )

GITAR KATA

Lentik jemari melantunkan melodi hening

Memangku bait
Menabur gemercik
Sayup hening melagu

Agenda malam pena membait melodi gitar kata

Terukir
Mengukir
Hingga tercipta hening jemari

Benak ku mulai meraba syair bait hati

disusun
Tersusun
Makna menerawang hati pada jiwa

Hiska mencakup senada lentik para jemari disudut hening

Memaku
Terpaku
Tunduk hening suarak gitar kata penyejuk hati

Heiii….!
Gitar kata ku
Bening pikir ku mulai mengukir dirinya
Tatap wajah ku mulai memandang jemari sambil melagu
Seperti seruling hati hadir dijiwa

Oh sungguh…
Pesona jiwa telah melayang
Mengikat kata memadu bait pada gitar kata dalam hening

Banda Aceh, 24 Februari 2009
Rusdi Hutagalung ( Si saja dungu)

PENGHUJUNG KATA PADA MAAF

Laju ku pada satu tabir
Wujud ku hanya si saja dungu
Merantai kata pada hati dan sastra dungu ku
Rendah jika terbaca namun sebuah resap penghujung kata pada maaf

Para rumpun penyair ! teriak ku
Sanjung ku hantarkan kepada Kalian
Menafsikan segudang imaji
Indah kata ku rasa saat menelaah

Biarkan dungu ku menatap irama mati
Hiska tampak layu dalam surutnya kata tarian ku
Kesahajan mulai ku atur tata bahasa kalbu dungu ku
Agar tangga seruling hati meraih kata seindah kalian

Redah biarkan saja
Itu sifat ku, usah risau penuh ragu atau ?
Parapati dan pagel mulai tampak diseluput kata ku
Tuk dapat arungi nuansa kepekaan terhadap imaji berlebihan

Di penghujung bait ku
Tertafsir sebuah engkap penghujung kata pada maaf
Terhantar pada para rumpun syair jiwa imaji ku

Banda Aceh, 24 Februari 2010
Rusdi Hutagalung (Si sajak dungu)

« Previous entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.