Cumbui kata pada malam hening
Sembari menatap nurani bening dihati nan lalu
Aku hanya bisa beralusinasi pada kata lewat imaji
Meneropong riwayat para illang menciplak peradapan
Bual ku rasa mual sosok hitam seolah putih
Aneh kian aneh budaya kata pada malam cumbui gemuruh getir
Benak tertancap pada dinding-dinding para pembual kata pada malam
Sedangkan aku hanya bisa tersenyum melihat riak menjadi raja dan ratu
Malam kian tampak menggergaji relung kata pada pesonanya
Mesin copy mulai membadai setiap tetesan kata pada malam
Indah sich…
Namun bual tetaplah bual
Mesin potong pagari naluri, memaksa dan dipaksa tiada guna
Cumbui saja kata pada malam hingga raga mu tampak menopeng dalam indah
Ahay…tawa ku tersikap lucu
Melihat lantunan suara mesin Copy menjajal kata pada malam
Seolah tak terdengar suara berisik mesin nya
Ahay…aduhai senyumku salut oleh berisik mesin mu
Hingga jenuh aku akan pandang tak bertuan kelam berdering lucu
Gledek…dek…dek…
Je..jes..je..jes..je..jes
Berisiknya mengusik lantunan mimpi ku dalam tidur
Woiiii…Hentikan saja mesin copy kata pada malam
Aku mau merebahkan tubuh letih ku,
Berilah ruang detik untukku terlelap dulu
Ahay…Bosan aku
Usik saja tetangga lain “kata ku pada malam”
Usah curi detik tidur ku dengan suara mesin copy kata pada malam mu
Hentikan…!
Perhatikan…!
Buset…!
Marah ku memunjak ke uluh gores tinta ku pada kata pada malam
Banda Aceh, 24 Februari 2010
Rusdi Hutagalung ( Si Sajak Dungu )







