Archive for February 1, 2010

AKANKAH ADA LAGI

Disini ku berbaring sambil menghempaskan nafas ku
Mata ini melirik memandangi setiap sudut dinding 2 disekeliling ku
Tanpa sadar aku membayangkan apa makna terpendam dalam hati ini
Kurasakan penyepian ini teruz berlanjut entah hingga kapan

Sebuah kisah lalu tlah mengoyak sanubari ini
Membuat hati dan pikir ku muak dengan problematika silam
Selimut kebohongan yang ia berikan untuk ku
Membuat aku takut akan pelepah2 cinta yang aku miliki

Ya Rohman, berikan semangat jiwa ini tuk bangkit kembali
Agar aku dapat memilah tautan yang akan hadir dihati ini
Tiada daya dan upaya untuk membuang kemelut sanubari ini
Tiada tekat tuk menghampirin sang pemilik hati ini

Tutur perumpaan membuat ku risau akan segala penjabaran
Tanpa setetes denting yang mengait kebekuan hati ini
Seruling hati takkan bisa hadir dalam hidup ini
Bila mana sang pengukir terus menyepi dalam peratapan

YA Rohim, perlihatkan perisai penguat hati
Tuk dapat menerima tanpa sedikit menoleh kisah silam itu
Hapuskan semua goresan luka yang telah melukis dihati
Buang semua bongkahan yang telah membeku dan menutup hati ini

Rusdi Hutagalung
Aceh,  15 Januari 2010

LAUTAN HISKA DALAM HATI

Pasang surut sebuah peraduan
Tercabik gelombang kusut semraut
Merona mentari sore terasa menyengat
Desir angin menorehkan putaran gesit

Perih meneteskan peraduan membentur karang
Terpecah ombak meledak berserak lalang buana
Panorama tlah berubah menjadi klabu tak bernuansa
Nuansa berubah menjadi tragedi menuai keretakan

Cakrawala indah menjadi lautan hiska dalam hati
Tak terbendung oleh hamparan tebing2 bebatuan
Gunung-gunung seakan meledak kebingungan
Lautan hiska dalam hati tenggelam tanpa aroma
Menangis badai penghujan merengut awan menghitam

Rusdi Hutagalung (Pangeran menyepi)
Banda Aceh, 30 Januari 2010

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.