“SATU DALAM HIDUP KU”
Derai sang pendosa : rusdi Hutagalung
Aku bukanlah kesatria berkuda
Berjuang demi kebebasan
Aku hanya pengintai malam
Melangkah demi satu titik
Titik itu cahaya bagi ku
Aku bukanlah pengukir kata
Berimaji tuk menciptakan kata demi kata
Aku hanya pencari cahaya
Menerawang memahami wujud satu
Aku bukanlah orang lain dalam hidupku
Berjuang demi penunjuk satu di hati
Jemari itu terukir Nya
Dihati ku terukir Nya
Seluruh hidup mati ku untuk Nya
Satu kulangkah baik
Beribu kudapat kebaikan
Satu keburukan ku coreng
Beribu ribu datang bertubi
Wahai sang zat dalam hidup ku
Lahir ku
Hidup ku
Perjuangan ku
Sakit ku
Hingga mati ku
Ku anggap ketentuan hidup
Ya Rohman ya rohim
Dimana letak hidup
Dimana letak sujud ku
Sedangkan aku terkadang lupa akan dirimu
Sedangkan aku lalai akan duniawi ku
Ku anggap diri ku serpihan debu
Bahkan butiran ketiada
Aku ingat akan kematian
Aku ingat akan penghidupan
Tapi lupa dan lupa sehingga hati ini melupakan
Engkaulah sebuah zat kesempurna
Syair mu adalah ketentuan dalam hidupku
ku lafalkan, ku isyaratkan, hingga aku sadar
Akulah debu tak bertitik itu dan Engkaulah kesatuan wujud itu







